RINDUKU PADAMU MALAM INI

masih seperti malam-malam yang lalu

sepi menyapa dalam diam,
dari balik jendela kaca,
bersama larut kelam gulita,
lalu dari sisi tirai yang sedikit terbuka
kulihat bulan sedang bercengkrama
bersama bintang penghibur mayapada

Masya Allah …
walau bentuknya hanya setengah dari purnama
sungguh keindahannya membuatku rindu
pada Pencipta alam semesta
hingga ku urungkan rebah meskipun lelah

di atas sajadah hitam
terlihat bayanganku sendiri
yang sudah berjalan sejauh 38 kilometer
menuju gerbang usia senja
namun lupa arah kemana

Allahu Akbar …
sejauh ini hamba mengembara
tapi tak sedikit pun kaki dan tangan hamba
melangkah dan mencari bekal
untuk membangun rumahku sendiri
kelak di alam kekal abadi

Subhanahllah …
anganku kembali mengembara
memburu rasa dimana kelam
mencari sebab kelam dirasa
lalu kucoba menyingkap tirai hati
dan terlihatlah semua bayang
meski hitam dan hampir tak dikenal
sebab itu bayang masa yang tlah tertinggal

Fitrah hati kian ingin terpeluk
Agar sirna amarah ditelan telaga
Agar runtuhlah nafsu angkara
Agar takwa segera memeluk mesra
Agar iman membelai kasih manja
Indah, pasrah, menyeluruh
Berteduh tanpa keringat berpeluh
Lupa akan kisruh bergemuruh
Asyik dalam syukur tanpa keluh
Allahu Akbar …
Kembalikan rasa ini di esok hari
Dan esoknya lagi
Sebelum matahari terbit atas titah-Mu
Sampai matahari terbenam atas kehendak-Mu
Sebelum bulan datang atas kuasa-Mu
Sampai tak berbayang atas izin-Mu

Astaghfirullahal Adzim …

Ozak Abdis | Maret 2017

Komentar

Komentar