Bahagia itu ketika kita bisa menerima dengan ikhlas, sabar, tegar atas semua ujian dan cobaan yang Allah berikan. Bahagia itu sederhana yakni saat kita mampu memaafkan kesalahan orang-orang yang telah menyakiti kita serta mau mendoakan mereka dengan tulus. Bersyukur atas segala nikmat adalah rangkaian yang selalu Allah ajarkan. Tak hanya ucapan terimakasih yang dapat saya sampaikan tetapi juga ALHAMDULILAH hingga detik ini Allah masih memberikan saya kesempatan untuk menapaki jalan hidup dan memaknainya melalui rangkaian kata „Menulis‟. Semoga goresan pena sederhana ini dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi serta motivasi, karena saya hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.
Apabila terdapat kebaikan dari rangkaian kata ini tentulah itu semua berasal dari Bapak Imamudin dan Ibu Faridah, orang tua tercinta yang selalu mendukung, mendampingi dan senantiasa mendoakan saya. Tanpa mereka apalah arti diri ini, sesungguhnya bukan saya yang hebat tapi orang tua saya yang sangat luar biasa. Semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan, kesehatan dan umur panjang kepada mereka, serta dimudahkan dalam segala urusan, rizki dan keberkahan. Amin…
Tidak ada yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Namun kebahagiaan saya akan lengkap jika Ismada Firdaus Mandala Putra mampu menggoreskan berjuta warna melebihi kakaknya. Dialah adik, sahabat, bahkan terkadang bisa menjelma menjadi seseorang yang lebih dewasa dari saya.
Senandung cinta dan kasih sayang yang telah diberikan oleh Bapak/Ibu guru, dosen serta sahabat-sahabat yang tak dapat saya sebutkan satu persatu merupakan kekuatan dan bekal yang tak dapat digantikan oleh apapun, karena kepada merekalah saya sering menangis bahkan mencurahkan segala asa dan cita.
Insya Allah hati saya senantiasa terbuka untuk menerima kritik dan saran baik melalui sms, WhatsUp, E-mail, Facebook, dan media sosial lainnya atau bahkan saat bertatap muka. “Untuk memahami hati dan pikiran seseorang, jangan melihat pada apa yang telah dicapainya, tetapi pada apa yang ingin dicapainya” (Kahlil Gibran).

Baca versi lengkap :

 

 

Komentar

Komentar